Metafora Bahasa Aceh pada Komentar Akun Instagram

0 0
Read Time:5 Minute, 26 Second

Rahmad Nuthihar, Riza Hasa, RN Herman, Mursyidin, & Wahdaniah

Abstrak


Artikel ini membahas metafora bahasa Aceh yang terdapat pada komentar akun Instagram @tercyduk.aceh. Penelitian ini bertujuan menemukan jenis metafora yang dipakai oleh pengguna Instagram saat memberikan komentar. Sumber data penelitian ini diperoleh pada kolom komentar akun Instagram @tercyduk.aceh sementara yang dijadikan data penelitian ini adalah komentar yang mengandung metafora. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Pengolah data dilakukan dengan tahapan seleksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa metafora struktural dipakai untuk mengatakan suatu konsep ditransfer dengan menggunakan konsep yang lain, sementara metafora orientasional dipakai untuk mengatakan hal-hal yang berhubungan dengan orientasi pengalaman manusia. Selanjutnya, metafora ontologis didasarkan atas kejadian. Jumlah metafora yang ditemukan dalam penelitian ini yakni, metafora ontologis sebanyak 10, metafora struktural 8, danmetafora orientasional 6. Penelitian ini juga menemukan bahwa untuk mendukung ataupun memperkuat gagasan metafora dipakai emotikon pada bagian akhir komentar. Selain itu, metafora yang digunakan oleh pengguna Instagram juga mengarah pada kata makian. Hal itu disebabkan metafora merupakan salah satu gaya bahasa untuk mengatakan kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.
Kata Kunci : metafora struktural, metafora orientasional, metafora ontologis, bahasa aceh

Pendahuluan
Media sosial Instagram banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia terutama pada kalangan remaja (Indika & Jovita, 2017). Tren penggunaan Instagram disebabkan informasi yang diperoleh didukung dengan ilustrasi gambar ataupun video sehingga menarik minat para pengguna telepon genggam untuk mengikuti akun-akun informasi. Komentar para pengguna Instagram cenderung beragam, ada yang menanggapi suatu postingan dengan komentar positif, negatif, sinis, bahkan ada juga beragam metafora yang ditulis oleh pengguna Instagram untuk menanggapi postingan. Selain itu, para pengguna Instagram juga menggunakan emotikon dan meme yang merupakan salah satu fenomena penyampaian pesan dalam bentuk baru dengan menggabungkan bahasa verbal dengan komunikasi nonverbal (ekspresi) (Pramiyanti & Christin, 2014; Nugraha, dkk. 2015).


Penggunaan bahasa menarik dikaji pada komentar Instagram. Hal itu disebabkan media Instagram yang sifatnya dua arah memungkinkan para pengguna berbalas komentar. Begitu juga halnya dengan penggunaan bahasa. Fitur berupa emotikon cenderung digunakan oleh pengguna Instagram untuk mendukung gagasan yang ditulisnya. Selain itu, para pengguna Instagram cenderung cermat dalam hal pemilihan kata terutama untuk memperhalus makna. Hal ini sesuai dengan penelitian Eliya (2017) yang menyimpulkan bahwa Penggunaan pilihan kata yang bermakna eufemisme seolah memperhalus apa yang hendak disampaikan.

Penelitian ini membahas penggunaan metafora bahasa Aceh oleh para pengguna Instagram. Pemilihan akun Instagram @tercyduck.aceh sebagai sumber data karena akun tersebut diikuti oleh 1.360 pengguna Instagram. Pemilihan topik metafora bahasa Aceh menarik untuk dibahas karena bahasa Aceh dominan digunakan oleh pengguna Instagram yang berbahasa Ibu bahasa Aceh untuk memberikan komentar pada Instagram. Selanjutnya, komentar bahasa Aceh tersebut cenderung terdapat metafora. Hal itu disebabkan merupakan gaya bahasa yang berfungsi untuk mengilustrasikan suatu benda, sifat, wujud dengan menggunakan istilah yang berbentuk abstrak (Keraf, 2009:82). Untuk menafsirkan makna metafora tersebut dibutuhkan pemahaman berkaitan dengan pragmatik sehingga tidak cukup dengan kajian semantik. Selain itu, penafsiran makna metafora juga erat kaitannya dengan sosiopragmatik sebab metafora yang ada pada suatu daerah akan berbeda sesuai dengan budaya masing-masing. Hal ini sesuai dengan pendapat Bustomi (2019) yang mengatakan setiap bangsa memiliki budaya dan karakter berbeda-beda yang berpengaruh terhadap kegiatan berbahasa sehari-hari. Pada masyarakat Aceh, binatang sering dijadikan sebagai perbandingan sehingga metafora dalam bahasa Aceh berupa kelas kata nomina banyak yang berkaitan dengan binatang (Azwardi, 2017; Mursyidin et al., 2020).


Tujuan penelitian ini untuk menemukan struktur metafora yang sering digunakan masyarakat Aceh dalam berkomunikasi sebab sudah menjadi kebiasaan orang Aceh menggunakan bahasa metafora dalam karya sastra (Harun, dkk. 2020). Diasumsikan pengaruh metafora dalam karya sastra membuat para elite di Aceh merasa lumrah mengungkapkan sesuatu dengan bahasa metafora.
Fokus penelitian ini menemukan jenis metafora pada akun Instagram @tercyduck.aceh berdasarkan teori Lakoff. Dalam teori tersebut dijelaskan terdapat tiga jenis metafora, yakni (1) metafora ontologis, (2) metafora struktural, dan (3) metafora orientasional (Lakoff and Johnsen, 2003).


(a) Metafora struktural adalah metafora struktural suatu konsep ditransfer dengan menggunakan konsep yang lain.
(b) Metafora orientasional berhubungan dengan orientasi pengalaman manusia, seperti naik-turun (up-down), dalam-luar (in-out), depan-belakang (front-back), hidup-mati (on-off), dalam-dangkal (deep-shal-low), dan pusat-keliling (central-peripheral) (Haula & Nur, 2019).
(c) Metafora ontologis adalah metafora yang didasarkan atas kejadian, aktivitas emosi yang dirasakan manusia. Hal ini sesuai dengan temuan penelitian Dewi, Astuti, & Novita (2020) yang menyimpulkan bahwa metafora ontologis di dalamnya terdapat gaya bahasa personifikasi.


Penggunaan bahasa metafora merupakan kunci memperhalus makna. Hal ini juga berkaitan dengan budaya suatu komunitas masyarakat (Genovesi, 2020). Ditinjau berdasarkan bentuk, metafora terdiri atas frasa, kata majemuk, dan idiom dibangun oleh konstruksi unsur bagian tubuh + unsur lain dan unsur lain + unsur bagian tubuh (Lyra, 2016). Unsur-unsur tersebut akan menjadi fokus permasalahan dalam analisis data kajian ini.


Sejauh ini, ada beberapa penelitian terbaru berkenaan dengan kajian metafora dalam kebahasaan. Kajian-kajian tersebut merupakan kajian yang relevan dengan kajian ini. Kajian-kajian tersebut antara lain pernah dilakukan oleh Harun, dkk. (2020) dengan judul Figurative Language Used in A Novel by Arafat Nur on The Aceh Conflict (Kasetsart Journal of Social Sciences, 2020); Genovesi (2020) dengan judul Metaphor and What is Meant: Metaphorical Content, What is Said, and Contextualism (Journal of Pragmatics, 2020); Haula & Nur (2019) dengan judul Konseptualisasi Metafora dalam Rubrik Opini KOMPAS: Kajian Semantik Kognitif (Jurnal Retorika, 2019); Ray (2019) dengan judul Analisis Jenis-jenis Metafora dalam Surat Kabar.
Berdasarkan hasil penelusuran belum ditemukan kajian yang fokus pada ungkapan metafora bahasa Aceh pada media Instagram. Oleh karenanya, kajian ini penting dilakukan sebagai referensi keilmuan sekaligus sebagai pengetahuan kebaruan dalam komunikasi sosial.

Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualititafi karena data dan pembahasan penelitian dijabarkan dalam rangkaian kata. Data penelitian diambil pada media sosial Instagram pada akun @tercyduck.aceh. Pemilihan sumber data pada media akun Instragam @tercyduck.aceh karena postingan dari @tercyduck.aceh mendapat respons terutama komentar yang beragam dari pengguna Instagram di Aceh. Selain itu, akun tersebut diikuti oleh 136rb pengguna Instagram.


Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat dengan tahapan (1) membaca keseluruhan komentar para akun Instagran (2) menyeleksi komentar yang mengandung metafora, (3) menabulasi data yang terdapat metafora. Komentar para pengguna Instagram yang dikumpulkan pada akun @tercyduck.aceh merupakan komentar pada postingan Januari s.d. April 2021. Penganalisisan data dilakukan dengan tahapan seleksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Analisis metafora merujuk pada teori Lakoff dan Johnsen (2003) yang membagi metafora menjadi tiga, yakni metafora struktural, metafora orientasional, dan metafora ontologis.

Baca bagian 2

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *