Identitas Buku
Judul Buku: Perahu Kertas
Pengarang: Dewi “Dee” Lestari
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: Agustus 2009
Tebal Halaman: 444 hal; 20 cm

Diciptakan oleh Dewi Lestari atau yang lebih akrab disapa Dee Lestari, ‘Perahu Kertas’ adalah karya sastra yang mampu menarik perhatian banyak pembaca. Keberhasilannya bahkan mengantarnya diangkat menjadi dua film, yakni ‘Perahu Kertas 1’ dan ‘Perahu Kertas 2’, diperankan oleh Maudy Ayunda dan Adipati Dolken, serta disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Dee Lestari juga turut menulis salah satu soundtrack utama film ini, berjudul sama dengan novelnya, ‘Perahu Kertas’, yang dinyanyikan oleh Maudy Ayunda, pemeran utama dalam film tersebut.
Awalnya, novel ini diterbitkan dalam format digital pada tahun 2008. Setahun berikutnya, ‘Perahu Kertas’ merambah ke bentuk fisik melalui Truedee Books dan Bentang Pustaka. Hal ini menjadikan ‘Perahu Kertas’ sebagai salah satu dari beberapa karya Dee yang diangkat menjadi film.
Sinopsis Novel ‘Perahu Kertas’
‘Perahu Kertas’ menceritakan kisah dua individu unik, Kugy dan Keenan. Kugy, seorang mahasiswi Sastra yang eksentrik dengan impian menjadi juru dongeng, bertemu dengan Keenan, seorang pemuda pendiam yang gemar melukis namun terpaksa memilih jurusan Ekonomi karena keinginan ayahnya. Pertemuan mereka terjadi saat keduanya berkuliah di Bandung. Meskipun memiliki ikatan kuat, Kugy dan Keenan menyimpan perasaan satu sama lain.
Novel ini tak hanya mengikuti perjalanan asmara Kugy dan Keenan, tetapi juga perjalanan kedewasaan mereka serta perjuangan dalam mengejar impian masing-masing.
Kelebihan Novel ‘Perahu Kertas’
Novel ini menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang, dengan konflik-konflik yang mudah dipahami. Mencari cinta, mengejar impian, dan tekanan dari harapan orang lain merupakan situasi yang dikenal oleh banyak pembaca. Cerita yang disajikan berhasil memancing empati pembaca, tak hanya itu, karakter-karakternya yang menarik juga memikat hati pembaca.
Gaya penulisan yang sederhana namun menggugah menjadikan pembaca terpikat dan tidak mudah bosan. Alur cerita dan perkembangan karakternya cukup kuat untuk membuat pembaca terus terjebak dalam alurnya. ‘Perahu Kertas’ adalah novel yang menghangatkan hati dan memberikan kesegaran bagi yang membacanya.
Kekurangan Novel ‘Perahu Kertas’
Salah satu kekurangan dari novel ini adalah ketebalannya yang bisa membuat beberapa pembaca kehilangan fokus sebelum selesai membacanya. Namun, bagi yang mampu menyelesaikannya, ceritanya sangat menarik dan mampu menginspirasi pembaca.

Profil Penulis ‘Perahu Kertas’, Dewi Lestari
Dewi Lestari, yang lahir di Bandung pada tanggal 20 Januari 1975, bukan hanya dikenal sebagai penulis, tetapi juga sebagai penyanyi dan pencipta lagu. Ia merupakan salah satu anggota dari Trio Rida Sita Dewi yang aktif dari tahun 90an hingga awal 2000an. Selain itu, Dee juga dikenal sebagai pencipta lagu-lagu terkenal seperti ‘Firasat’, ‘Malaikat Juga Tahu’, dan ‘Kali Kedua’.
Dee memulai karir menulis novelnya dengan ‘Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh’, yang diterbitkan di bawah labelnya sendiri, Truedee Books. Kesuksesan buku ini terbukti dengan penjualan sebanyak 7 ribu kopi hanya dalam waktu dua pekan. ‘Supernova’ memiliki beberapa sekuel, seperti ‘Supernova 2: Akar’, ‘Supernova 3: Petir’, ‘Perahu Kertas’, ‘Supernova 4: Partikel’, ‘Supernova 5: Gelombang’, dan ‘Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi’.
Berawal dari ‘Supernova’, Dee kemudian dikenal sebagai penulis novel. Selain ‘Supernova’, karya-karya Dee antara lain adalah ‘Filosofi Kopi’, ‘Rectoverso’, ‘Madre’, dan ‘Aroma Karsa’.”
Sumber: Diparafrasakan dari artikel yang terdapat pada laman Tokopedia.
